Oleh Mas ud HMN*)
Anwar Ibrahim menang lagi di Pengadilan Malaysia, dengan menyatakan
keputusan tidak bersalah dan bebas dari
tuduhan. Keberhasilan Dato Anwar Ibrahim di Pengadilan Malaysia hari Senin 9 Januari
yang lalu merupakan sukses babak ke-2 sesudah selang 10 bulan lamanya. Pada 10
Maret 2011 masalah yang sama juga dituduhkan kepadanya, namun dimenangkan
Anwar.
Tetapi apakah keputusan itu sudah merupakan final di Mahkamah Agung? Atau
ada bukti lain yang akan dimunculkan? Apa kira-kira pengaruh terhadap politik
di Malaysia? Kasus ini bisa dilihat dari persfektif berikut.
Pertama, persfektif pengadilan.
Sidang Pengadilan Malaysia 9 Januari 2012 baru lalu sekali lagi memutuskan
pembebasan Anwar Ibrahim dari dakwaan. Alasan karena faktor teknikal bukti DNA---istilah
hukum di Malaysia terhadap kecocokan darah---yang diajukan pendakwa oleh
Mahkamah dinyatakan tidak kukuh (invalid). Karena demikian Mahkamah membebaskan Anwar Ibrahim dari
tuduhan dan dinyatakan tidak bersalah.
Hal itu juga serupa pada sidang pengadilan 10 Maret 2011 sudah memutuskan
bahwa bukti yang diajukan untuk menyeret Anwar Ibrahim sebagai melakukan
perbuatan sadomi, dinyatakan tidak sah (illegal). Oleh karena itu, bukti
tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung dan tidak dapat dijadikan alasan dalam
perkara. Ini merupakan masalah pengadilan dan sistem hukum Malaysia.
Kedua, persfektif
politik. Memang proses perkara mantan Wakil Perdana Menteri era Mahathir Mohammad tersebut berlangsung selama
20 tahun, yang telah menyeret perhatian cukup banyak rakyat Malaysia, termasuk
pula menyita energi kekuatan politik yang ada. Oleh karena itu diharapkan perkara
tersebut dapat diputuskan dalam masa yang tidak berlama-lama.
Namun demikian akankah hal itu terjadi?
Jawabanyanya adalah tidak! Pengadilan yang dilaksanakan Mahkamah Agung akan
berjalan lama mengingat alasan untuk menyeret Anwar Ibrahim untuk dihukum nasih
ada alasan lain seperti, pengakuan, laporan pihak yang mengadukan. Seperti yang
bersangkutan yaitu Saiful sebagai terkait dengan kasus Sadomi tsb bisa
mengadukan keputusan dalam tempo 10 (sepuluh) hari.
Pada kongritnya, Anwar Ibrahim baru bisa
menyisihkan dua dari alasan yang diajukan. Selanjutnya masih ada sekurang-kurangnya
satu alasan lain yang harus dimenangkan Anwar Ibrahim, yaitu pesakitan tidak
menerima keputusan dan minta banding untuk keadilan.
Dengan demikian persoalan Anwar Ibrahim di
Mahkamah belum selesai. Dengan kata lain sudah selesai 2 sidang, dan masih
menunggu sidang lainnya. Perkaran berikutnya sedang menunggu.
Yang menarik apa implikasi politik dari kasus pengadilan tersebut, jika
ada, seberapa jauh dampaknya pada perimbangan politik kini, serta apa yang akan
terjadi.
Secara umum pengaruhnya tidak nampak dengan nyata. Mengingat bahwa
keadaan politik Malaysia kini stabil, terus berjalan mencari bentuk yang baru,
yaitu di satu pihak Barisan Nasional (BN) sebagai golongan berkuasa semakin
menyempurnakan kehadirannya dengan
kebijakan strategis.
Hal ini dapat dilihat dari segi pembangunan ekonomi kini BN mengusung persamaan
hak warga dalam berusaha tanpa pengecualian. Hal yang berbeda pada kebijakan
sebelumnya yang memberi peluang kepada penduduk pribumi.
Pendek kata, pemerintah Malaysia di bawah pimpinaan Perdana Menteri Najib
Razak telah secara sungguh-sungguh
berusaha untuk meamajukan negeri khususnya pada bidang ekonomi.
Tetapi di lain pihak, kalangan oposisi Malaysia yang dipimpin Dato Anwar
Ibrahim mengusung sisi lain untuk
Malaysia masa depan. Oposisi seperti sudah sering dinyatakan Anwar Ibrahim
perlu perubahan dengan kebebasan dan adil.
Ini didukung oleh Pimpinan Democrat Action Party (DAP). Misalnya ucapan
Lit Kiet Sing bahwa sistem kebijakan yang adil harus dilakukan pemerintah dalam
kontrak proyek besar.
“Bagi banyak rakyat Malaysia menaruh harapan pada perubahan,” katanya
(Melayu Pos 15/3/2011).
Di atas semua itu, kesimpulan Mahkamah Agung menolak bukti perkara,
kemudian bukti DBA tidak kukuh (invalid)
belum berarti pengadilan bagi Anwar Ibrahim sudah selesai.
Masih ada alasan lain yang diperiksa untuk sampai pada keputusan final. Adapun
dampaknya kepada situasi politik dalam arti hubungan oposisi dan Barisan
Nasional sangat berpengaruh. Karena pemilihan
raya sudah dekat, selambat-lambatnya 2013.
Masing-masing pihak terus memperjuangkan konsep mereka untuk sampai
menjadi keyakinan politik bagi rakyat Malaysia sendiri. Hal ini tentu saja
penting menentukan Malaysia yang maju di masa depan.
*)Penulis adalah Dosen Uneversitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta,
Mobile +6282110968649 e-mail: masud_hmn@yahoo.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar