Selasa, 17 Januari 2012

Anwar Ibrahim Menang Lagi di Pengadilan Malaysia


Oleh Mas ud HMN*)

Anwar Ibrahim menang lagi di Pengadilan Malaysia, dengan menyatakan keputusan  tidak bersalah dan bebas dari tuduhan. Keberhasilan Dato Anwar Ibrahim di Pengadilan Malaysia hari Senin 9 Januari yang lalu merupakan sukses babak ke-2 sesudah selang 10 bulan lamanya. Pada 10 Maret 2011 masalah yang sama juga dituduhkan kepadanya, namun dimenangkan Anwar.

Tetapi apakah keputusan itu sudah merupakan final di Mahkamah Agung? Atau ada bukti lain yang akan dimunculkan? Apa kira-kira pengaruh terhadap politik di Malaysia? Kasus ini bisa dilihat dari persfektif berikut.

Pertama, persfektif pengadilan. Sidang Pengadilan Malaysia 9 Januari 2012 baru lalu sekali lagi memutuskan pembebasan Anwar Ibrahim dari dakwaan. Alasan  karena faktor teknikal bukti DNA---istilah hukum di Malaysia terhadap kecocokan darah---yang diajukan pendakwa oleh Mahkamah dinyatakan tidak kukuh (invalid). Karena demikian  Mahkamah membebaskan Anwar Ibrahim dari tuduhan dan dinyatakan tidak bersalah.

Hal itu juga serupa pada sidang pengadilan 10 Maret 2011 sudah memutuskan bahwa bukti yang diajukan untuk menyeret Anwar Ibrahim sebagai melakukan perbuatan sadomi, dinyatakan tidak sah (illegal). Oleh karena itu, bukti tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung dan tidak dapat dijadikan alasan dalam perkara. Ini merupakan masalah pengadilan dan sistem hukum Malaysia.

Kedua, persfektif politik. Memang proses perkara mantan Wakil Perdana Menteri era  Mahathir Mohammad tersebut berlangsung selama 20 tahun, yang telah menyeret perhatian cukup banyak rakyat Malaysia, termasuk pula menyita energi kekuatan politik yang ada. Oleh karena itu diharapkan perkara tersebut dapat diputuskan dalam masa yang tidak berlama-lama.

Namun demikian akankah hal itu terjadi? Jawabanyanya adalah tidak! Pengadilan yang dilaksanakan Mahkamah Agung akan berjalan lama mengingat alasan untuk menyeret Anwar Ibrahim untuk dihukum nasih ada alasan lain seperti, pengakuan, laporan pihak yang mengadukan. Seperti yang bersangkutan yaitu Saiful sebagai terkait dengan kasus Sadomi tsb bisa mengadukan keputusan dalam tempo 10 (sepuluh) hari.

Pada kongritnya, Anwar Ibrahim baru bisa menyisihkan dua dari alasan yang diajukan. Selanjutnya masih ada sekurang-kurangnya satu alasan lain yang harus dimenangkan Anwar Ibrahim, yaitu pesakitan tidak menerima keputusan dan minta banding untuk keadilan.

Dengan demikian persoalan Anwar Ibrahim di Mahkamah belum selesai. Dengan kata lain sudah selesai 2 sidang, dan masih menunggu sidang lainnya. Perkaran berikutnya sedang menunggu.

Yang menarik apa implikasi politik dari kasus pengadilan tersebut, jika ada, seberapa jauh dampaknya pada perimbangan politik kini, serta apa yang akan terjadi.

Secara umum pengaruhnya tidak nampak dengan nyata. Mengingat bahwa keadaan politik Malaysia kini stabil, terus berjalan mencari bentuk yang baru, yaitu di satu pihak Barisan Nasional (BN) sebagai golongan berkuasa semakin menyempurnakan kehadirannya dengan  kebijakan strategis.

Hal ini dapat dilihat dari segi pembangunan ekonomi kini BN mengusung persamaan hak warga dalam berusaha tanpa pengecualian. Hal yang berbeda pada kebijakan sebelumnya yang memberi peluang kepada penduduk pribumi.

Pendek kata, pemerintah Malaysia di bawah pimpinaan Perdana Menteri Najib Razak  telah secara sungguh-sungguh berusaha untuk meamajukan negeri khususnya pada bidang ekonomi.

Tetapi di lain pihak, kalangan oposisi Malaysia yang dipimpin Dato Anwar Ibrahim mengusung  sisi lain untuk Malaysia masa depan. Oposisi seperti sudah sering dinyatakan Anwar Ibrahim perlu perubahan dengan kebebasan dan adil.

Ini didukung oleh Pimpinan Democrat Action Party (DAP). Misalnya ucapan Lit Kiet Sing bahwa sistem kebijakan yang adil harus dilakukan pemerintah dalam kontrak proyek besar.

“Bagi banyak rakyat Malaysia menaruh harapan pada perubahan,” katanya (Melayu Pos 15/3/2011).

Di atas semua itu, kesimpulan Mahkamah Agung menolak bukti perkara, kemudian  bukti DBA tidak kukuh (invalid) belum  berarti  pengadilan bagi Anwar Ibrahim sudah selesai. Masih ada alasan lain yang diperiksa untuk sampai pada keputusan final. Adapun dampaknya kepada situasi politik dalam arti hubungan oposisi dan Barisan Nasional  sangat berpengaruh. Karena pemilihan raya sudah dekat, selambat-lambatnya 2013.

Masing-masing pihak terus memperjuangkan konsep mereka untuk sampai menjadi keyakinan politik bagi rakyat Malaysia sendiri. Hal ini tentu saja penting menentukan Malaysia yang maju di masa depan.

*)Penulis adalah Dosen Uneversitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta, Mobile +6282110968649 e-mail: masud_hmn@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar